Sistem Ekonomi
Manakala kita membicarakan sistem-sistem ekonomi apa yang digunakan oleh suatu negara maka yang terlebih dahulu harus diperhatikan adalah hal yang berkenaan dengan lembaga-lembaga sosial yang terdapat di dalam suatu negara atau sistem ekonomi itu. Oleh karena itu yang menjadi pertanyaan apa sesungguhnya sistem ekonomi itu ?. Mari sama-sama kita mengkajinya melalui kegiatan belajar ini.
Pengertian sistem ekonomi
Banyak pendapat yang memberikan pengertian tentang apa sebenarnya pengertian sistem ekonomi beberapa diantaranya adalah sebagai berikut:
a)
Morgan menjelaskan
bahwa sistem ekonomi , ialah bagian dari suatu konstelasi (kumpulan) lembaga-lembaga ekonomi, sosial, politik dan
ide-ide.
b)
Winardi menjelaskan
bahwa Sistem ekonomi adalah kumpulan elemen-elemen antara mana terdapat
hubungan-hubungan, elemen-elemen mana ditujukan kearah pencapaian
sasaran-sasaran umum tertentu. Lebih lanjut winardi menjelaskan bahwa sistem
ekonomi merupakan suatu organisasi yang terdiri atas sejumlah lembaga atau
pranta (ekonomi, sosial-politik, ide-ide) yang saling mempengaruhi satu dengan
yang lainnya yang ditujukan kearah pemecahan problem/masalah-masalah produksi,
distribusi, konsumsi yang merupakan problem dasar setiap perekonomian. (Sanusi:
2000).
c)
Menurut Gilarso, sistem ekonomi
adalah keseluruhan tata cara untuk mengoordinasikan perilaku masyarakat
mencakup produsen, konsumen, pemerintah, bank dan lainnya dalam menjalankan
kegiatan ekonomi baik produksi, distribusi dan konsumsi maupun investasi yang
membentuk suatu kesatuan utuh yang teratur dan dinamis sehingga mampu
menghindari kekacauan di bidang ekonomi.
d)
Sedangkan McEachern mendefinisikan
sistem ekonomi adalah seperangkat mekanisme dan institusi untuk menjawab
pertanyaan tentang apa, bagaimana, dan untuk siapa barang dan jasa diproduksi.
e) Sementara menurut Gregory Grossman & M. Manu berpendapat sistem ekonomi sebagai sekumpulan komponen atau unsur yang terdiri atas unit-unit dan lembaga-lembaga ekonomi yang bukan saja saling berhubungan dan berinteraksi, melainkan juga saling menopang dan mempengaruhi.
Secara sederhana sistem ekonomi bisa kita artikan sebagai suatu cara mengatur dan mengelola segala aktivitas ekonomi di setiap lapisan masyarakat. Pengelolaan ini bisa saja dilakukan oleh pemerintah ataupun pihak swasta. Namun dalam pengelolaannya tetap harus didasarkan pada prinsip tertentu agar tercapai kemakmuran dan kesejahteraan.
Untuk mencapai hal itu, pemerintah Indonesia telah berupaya dengan mengembangkan ide terkait ekonomi dan perpajakan melalui kebijakan Omnibus Law Perpajakan dimana wajib pajak akan mendapatkan berbagai insentif pajak yang bisa membantu para pebisnis dalam menjalankan usahanya. Serta pemerintah juga berupaya memaksimalkan peran Badan Usaha Milik Negara dalam menjalankan perannya untuk perekonomian negara.
Fungsi Sistem Ekonomi
Sistem
ini bisa berjalan dengan baik asal perangkat-perangkat ekonominya ada.
Konsumen, produsen, pemerintah, dan lembaga keuangan adalah beberapa contoh
dari perangkat ekonomi. Pada dasarnya memiliki beberapa fungsi utama yaitu:
•
Mengkoordinasi kegiatan individu dalam suatu perekonomian
•
Menyediakan dorongan untuk menghasilkan barang atau jasa
•
Mengatur pembagian hasil produksi ke seluruh lapisan masyarakat agar berjalan
sesuai harapan
•
Menciptakan mekanisme tertentu agar distribusi barang dan jasa berjalan baik
Faktor yang mempengaruhi sistem ekonomi
Setiap ekonomi dipengaruhi oleh sejumlah kekuatan yang dapat mempengaruhi sistem ekonomi suatu negara antara laian
1). Sumber-sumber historis, kultural,
cita-cita, keinginan-keinginan dan sikap penduduknya
2) Sumber daya alam, termasuk iklimnya
3). Filsafat yang dimiliki serta yang
dibela sebagian besar penduduknya
4).
Teorisasi yang dilakukan oleh penduduknya pada zaman lampau/sekarang, mengenai
bagaimana cara mencapai cita-cita serta tujuan-tujuan yang dipilih.
5). Trials dan Errors (uji coba) yang dilakukan oleh penduduknya dlam rangka usaha mencari alat-alat ekonomi.
Selanjutnya menurut Lemhanas ada delapan
faktor yang mempengaruhi sistem ekonomi suatu bangsa yaitu:
1. Falsafah dan ideologinya
2. Akumulasi ilmu pengetahuan yang dimilikinya
3. Nilai-nilai moral dan adat kebiasaannya
4. Karakteristik demografinya
5. Nilai estetik, norma-norma serta kebudayaannya
6. Sistem hukum nasionalnya
7. Sistem politiknya dan
8. Sub sistem sosial termasuk pengalaman sejarah
pada masa laulu serta eksperimen dalam mewujudkan tujuan ekonominya. (Sanusi:
2000)

Comments
Post a Comment