A.
Arti Kesempatan Kerja
Kesempatan
kerja bisa diartikan sebagai suatu keadaan yang menunjukkan tersedianya
lapangan kerja yang siap diisi oleh pencari kerja. Dari pengertian ini bisa
disimpulkan bahwa kesempatan kerja sesungguhnya merupakan permintaan akan
tenaga kerja (demand for labour) yang datang dari pihak-pihak yang membutuhkan
tenaga kerja, seperti perusahaan dan kantor-kantor pemerintah.
Pihak pencari kerja disebut juga pihak penawar kerja, yakni pihak
yang mencari pekerjaan. Pihak pencari kerja dengan pihak yang membutuhkan
tenaga kerja akan bertemu di pasar tenaga kerja.
Hubungan Jumlah Penduduk, Tenaga Kerja, Angkatan Kerja, dan
Pengangguran
1.
Penduduk suatu negara dapat dibagi menjadi dua
kelompok, yaitu:
a) Tenaga kerja, yakni penduduk yang dianggap sanggup
bekerja bila ada permintaan kerja. Mereka adalah penduduk yang berusia antara
15 tahun sampai dengan 64 tahun (UU No. 20 Tahun 1999).
b) Bukan tenaga kerja, yakni penduduk yang dianggap tidak
mampu bekerja. Mereka adalah penduduk yang berusia di bawah 15 tahun dan di
atas 64 tahun, anak-anak dan lansia (lanjut usia) termasuk dalam kelompok ini.
2.
Tenaga kerja dibagi lagi menjadi dua kelompok (usia 15
tahun sampai dengan 64 tahun)
a) Angkatan kerja yakni kelompok tenaga kerja (usia 15
sampai dengan 64 tahun) yang ingin bekerja. Mereka selalu berusaha mencari
pekerjaan.
b) Bukan angkatan kerja, yakni kelompok tenaga kerja yang
tidak bersedia bekerja walaupun ada kesempatan kerja. Contohnya: pelajar,
mahasiswa, dan ibu rumah tangga.
3.
Angkatan kerja dibagi menjadi dua kelompok, yaitu:
a)
Pekerja (employment), yakni kelompok angkatan kerja
yang sudah mendapat pekerjaan.
b) Pengangguran (unemployment), yakni kelompok angkatan
kerja yang belum mendapat pekerjaan.
B.
Jenis-jenis Pengangguran
1) Macam Pengangguran Berdasarkan Lama Waktu Kerja
Pengangguran berdasarkan lama waktu kerja, terdiri atas:
a) Pengangguran terbuka (open unemployment), yakni tenaga
kerja yang benar-benar tidak memiliki pekerjaan (sama sekali tidak bekerja).
b) Setengah menganggur (under unemployment), yakni tenaga
kerja yang bekerja, tetapi bila diukur dari sudut jam kerja, pendapatan,
produktivitas dan jenis pekerjaan tidak optimal.
c)
Pengangguran terselubung (disguised unemployment),
yakni tenaga kerja yang bekerja tapi tidak sesuai dengan latar belakang
pendidikan atau keahliannya. Misalnya, seorang lulusan S1 pertanian bekerja
sebagai tenaga pembukuan, atau seorang insinyur teknik bekerja sebagai pelayan
restoran.
2)
Macam Pengangguran Berdasarkan Penyebab Terjadinya
Pengangguran berdasarkan penyebab terjadinya, terdiri atas:
a) Pengangguran struktural, yakni pengangguran yang
disebabkan oleh terjadinya perubahan struktur perekonomian. Misalnya, perubahan
struktur dari agraris ke industri, perubahan ini menuntut tenaga kerja memiliki
keterampilan tertentu (misal keterampilan mengoperasikan mesin teknologi modern)
untuk bisa bekerja di sektor industri.
b)
Pengangguran konjungtural (siklikal), yakni
pengangguran yang disebabkan oleh pergerakan naik turunnya kegiatan
perekonomian suatu negara. Ada masa pertumbuhan (naik), masa resesi (turun) dan
masa depresi (turun).
c)
Pengangguran friksional, yakni pengangguran yang
disebabkan oleh pergeseran (friksi) pekerja yang ingin bergeser (berpindah)
dari satu perusahaan ke perusahaan lain dalam rangka mencari pekerjaan yang
lebih bagus dan cocok.
d)
Pengangguran musiman, yakni pengangguran yang
disebabkan oleh perubahan musim atau perubahan permintaan tenaga kerja secara
berkala.
C.
Dampak Pengangguran
1)
Menurunkan Aktivitas Perekonomian
2)
Menurunkan Pertumbuhan Ekonomi dan Pendapatan Per
Kapita
3)
Meningkatkan Biaya Sosial
4)
Menurunkan Penerimaan Negara


Comments
Post a Comment