KONSUMSI, PRODUKSI, DISTRIBUSI

 

 


 

Konsumsi adalah kegiatan mengurangi atau pun menghabiskan nilai guna suatu barang dan jasa.

Contohnya : Memakai sendal atau sepatu merupakan kegiatan konsumsi karena mengurangi nilai guna sandal/sepatu, begitu juga dengan memakan daging ayam dapat disebut sebagai kegiatan konsumsi karena menghabiskan nilai guna daging ayam.

Tujuan kegiatan konsumsi Terdapat beberapa tujuan konsumsi yang dilakukan oleh manusia, di antaranya:

1.      Memanfaatkan nilai guna barang Dalam memanfaatkan nilai guna barang terbagi menjadi dua, yaitu: Barang sekaligus, barang yang nilai gunanya habis sekaligus. Misalnya makan dan minuman. Barang secara bertahap, nilai gunakan akan berkurang secara bertahap. Misalnya meja, mobil, motor, dan lainnya.

2.      Pemenuhan kebutuhan jasmani dan rohani Kegiatan konsumsi yang dilakukan tentunya untuk memenuhi kebutuhan jasmani dan rohani. Misalnya makan atau minum, olahraga, dan lainnya. Untuk kebutuhan rohani seperti ibadah, hiburan, rekreasi, dan lainnya.

Faktor tingkat konsumsi masyarakat Dalam buku Pengantar EKonomi Makro (1998) karya Suparmoko, terdapat beberapa variabel yang memengaruhi konsumsi selain dari pendapata, yaitu:

1.      Selera. Konsumsi masing-masing induvidu berbeda meski memiliki umur dan pendapatan yang sama. Hal ini karena adanya perbedaan selera pada tiap indisvidu.

2.      Faktor sosial dan ekonomi. Faktor ini misalnya umur, pendidikan, dan keadaan keluarga juga memiliki pengaruh terhadap pengeluaran konsumsi. Pendapatan akan tinggi pada kelompok umur muda dan mencapai puncaknya pada umur pertengahan dan akhirnya turun pada umur tua.

3.      Kekayaan Kekayaan secara eksplisit maupun implisit sering dimasukkan dalam fungsi agregat sebagai faktor yang menentukan konsumsi. Hasil bersih dari suatu kekayaan merupakan faktor penting dalam menentukan konsumsi.

4.      Tingkat pendidikan Pendidikan sangat memengaruhi pola pikir seseorang dalam melakukan kegiatan konsumsi. Semakin tinggi tingkat pendidikan seseorang, maka semakin tinggi konsumsinya. Harga barang dan jasa Harga barang dan jasa dapat memengaruhi tingkat konsumsi seseorang. Semakin tinggi harga barang dan jasa, maka tingkat konsumsi semakin rendah. Hal tersebut berlaku sebaliknya.

5.      Tingkat bunga Ahli ekonomi klasik menganggap bahwa konsumsi merupakan fungsi dari tingkat bunga. Khususnya mereka percaya bahwa tingkat bunga mendorong tabungan dan mengurangi konsumsi.

 

Teori Perilaku konsumen

Hukum Gossen I

Disebut Hukum Guna Marginal yang Terus Menurun, bila jumlah barang yang dikonsumsi pada waktu tertentu terus ditambah, maka guna total yang diperoleh akan bertambah, tetapi guna marginal akan semakin berkurang. Bahkan bila konsumsi terus dilakukan, guna total akan menurun dan guna marginal menjadi nol, bahkan di bawah nol

 

Hukum Gossen II

Manusia akan berusaha memenuhi kebutuhanya bermacam-macam sampai pada tingkat kebutuhan yang sam jika manusia melakukan pemenuhan kebutuhannya akan berbagai jenis barang dengan tingkat pendapatan dan harga barang tertentu  tersebut akan mencapai tingkat optimisasi konsumsinya pada saat rasio marginal utility  berbanding harga sama untuk semua barang yang dikonsumsinya

 

Contoh Hukum Gossen

Hukum Gossen I

ketika kita berolahraga bersepeda dan merasa kelehaan akibat olahraga tersebut sehingga kita minum 1 gelas air. kemudian minum air 2 gelas terasa lebih nikmat dan minum 3 gelas terasa makin lebih nikmat  dan ketika kita minum yang gelas ke 4 gelas perut kamu sudah mulai kembung dan akhirnya apa yang kamu rasakan minuman dari gelas yang ke 4 menjadi enak.

 

Hukum Gossen II

Ketika kita seharian berpuasa maka akan merasakan lapar dan haus, maka saat berbuka nanti kita akan butuh makanan dan minuman untuk memenuhi kebutuhan yang kita inginkan,  kemudian kita akan membeli makanan dan minuman sampai ke batas kekenyangannya,  seandainya uang dari sisa pembelian makanan dan minuman tadi masih ada akan dia gunakan untuk memenuhi kebutuhan lainnya.

 

 

 

Produksi adalah suatu kegiatan untuk menciptakan atau menambah nilai guna suatu produk baik berupa barang maupun jasa agar dapat memenuhi kebutuhan masyarakat.

 

Tujuan produksi

Jika dilihat dari pengertian produksi di atas, tujuan dari kegiatan produksi yang dilakukan oleh produsen adalah untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan memperoleh keuntungan (profit) dari kegiatan tersebut.

1. Memenuhi Kebutuhan Masyarakat

Setiap orang pasti memiliki kebutuhan yang berbeda-beda, dan kebutuhan tersebut harus terpenuhi untuk keberlangsungan kehidupannya.dalam hal ini produsen memiliki tujuan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dengan memproduksi produk (barang maupun jasa). sehingga produk tersebut dapat dikonsumsi oleh oleh masyarakat.

2. Memperoleh Keuntungan

Tujuan utama dari proses produksi yang dilakukan oleh produsen  yaitu memperoleh keuntungan. Seperti kita ketahui, untuk melakukan kegiatan produksi tentunya membutuhkan modal awal(pembelian bahan baku,perawatan mesin, gaji karyawan dan lain-lain) agar proses produksi bisa berjalan dengan semestinya. Dan produk yang dihasilkan tersebut akan di distribusikan kepada masyarakat agar di beli dan dikonsumsi. Dari sinilah produsen mengharapkan keuntungan dari proses produksi tersebut.

 

Faktor-faktor produksi.

Mengacu pada pengertian produksi diatas, ada beberapa faktor-faktor penting dalam menjalankan proses produksi antara lain:

1. Sumber Daya Alam (SDM)

Sumber daya alam adalah segala sesuatu yang disediakan oleh alam yang dapat dimanfaatkan oleh manusia dalam usahanya mencapai kemakmuran. Yang termasuk dalam sumber daya alam yaitu segala sesuatu yang terkandung atau bersumber dari alam baik itu tumbuhan, air, tanah dan lain sebagainya.

2. Sumber Daya Manusia (SDM)

Sumber daya manusia yaitu kemampuan (daya) atau usaha manusia baik  berupa kemampuan jasmani maupun rohani yang digunakan untuk menciptakan atau menambah nilai  guna suatu barang. Menurut kualitasnya, sumber daya manusia dapat dibedakan menjadi tiga yaitu tenaga kerja terdidik, tenaga kerja terlatih, serta tenaga kerja tidak terdidik dan tidak terlatih.

3. Sumber Daya Modal / Kapital (SDK)

Sumber daya modal adalah alat atau barang yang digunakan sebagai sarana untuk menghasilkan produk.  Modal tidak selamanya berupa uang melainkan dapat berupa barang misalnya gedung, mesin, lahan dan lain-lain.

4. Keahlian

Keahlian merupakan faktor penting dalam menjalankan proses produksi. Keahlian atau keterampilan individu penting untuk mengkordinasikan dan mengelola faktor produksi dalam menghasilkan barang dan jasa.

 

Fungsi Produksi

Seperti yang disebutkan pada pengertian produksi di atas, fungsi dari kegiatan produksi adalah untuk menciptakan dan menambah nilai guna suatu produk, baik berupa  barang maupun jasa.

1. Menciptakan Nilai Guna

Proses produksi memili fungsi untuk menciptakan nilai guna suatu barang. Dengan adanya proses produksi Suatu barang atau  bahan baku yang tadinya tidak memilki nilai guna sehingga memiliki nilai guna.

Contohnya:

Benang dan kancing yang diproses sehingga menghasilkan sebuah pakaian.

kulit dan bahan-bahan lainya di proses sehingga menjadi sepatu.

2. Menambah Nilai Guna

Proses produksi juga memiliki fungsi menambah nilai guna suatu barang yang awalnya telah mempunyai kegunaan tertentu sehingga memiliki nilai guna tambahan. Proses produksi ini dapat menghilangkan fungsi awal suatu barang menjadi fungsi yang baru.

 

Teori Perilaku Produsen

Teori Perilaku Produsen adalah teori yang menjelaskan tentang bagaimana tingkah laku produsen dalam menghasilkan produk yang selalu berupaya untuk mencapai efesiensi dalam kegiatan produksinya. Produsen berusaha untuk menghasilkan produksi seoptimal mungkin dengan mengantur penggunaan faktor produksi yang paling efisien.

Produksi adalah setiap kegiatan yang dapat meningkatkan nilai guna suatu barang. Dimana bentuk kegiatannya meliputi:

1)        From Changing activitie, yaitu kegiatan mengubah bentuk dari suatu barang.

2)        Transportation, yaitu kegiatan memindahkan barang dari suatu tempat ke tempat lain.

3)        Storage, yaitu kegiatan menyimpan suatu barang yang akan digunakan di masa yang akan datang.

4)        Merchandishing, yaitu kegiatan memperdagangkan suatu barang agar sampai ke tangan konsumen yang membutuhkan.

5)        Personal service, yaitu kegiatan yang dilakukan oleh seseorang yang orang lain mengakui keberadaannya.

 

Di dalam menganalisis teori produsen, kita mengenal 2 hal:

1)        Produksi jangka pendek, perusahaan memiliki input tetap dan menentukan berapa banyaknya input variabel yang harus dipergunakan. Untuk membuat keputusan, pengusaha akan memperhitungkan seberapa besar dampak penambahan input variabel terhadap produksi total. Pengusaha dalam melakukan proses produksi untuk mencapai tujuan harus menentukan dua macam keputusan:

a.    Berapa output yang harus diproduksi

b.    Berapa dan dalam kondisi faktor-faktor produksi (input) digunakan

2)        Produksi jangka panjang suatu proses produksi tidak bisa diukur dengan waktu tertentu, misalnya 10 tahun, 5 tahun, 15 tahun dan seterusnya. Jangka panjang suatu proses produksi adalah jangka waktu di mana semua input atau faktor produksi yang dipergunakan untuk proses produksi bersifat variabel. Dengan kata lain, dalam jangka panjang tidak ada input tetap.

 

Untuk menyederhanakan pembahasan secara teoristis, dalam menentukan keputusan tersebut digunakan dua asumsi dasar:

1)      Bahwa produsen atau pengusaha selalu berusaha mencapai keuntungan yang maksimum.

2)      Bahwa produsen atau pengusaha beroprasi dalam pasar persaingan sempurna.

 

Permasalahan seorang produsen adalah bagaimana dengan modal yang terbatas bisa menciptakan barang dengan kualitas dan kuantitas yang cukup. Peran penting seorang produsen adalah sebagai berikut :

1)      Produsen menjadi manajer yang mengkoordinasikan faktor – faktor produksi baik tenaga kerja/ L , tanah/ sumber daya alam, N, capital/ modal, bahan baku dan enterpreneur / keahlian yang ada dalam masyarakat.

2)      Mempunyai insiatif dan daya kreatif untuk inovasi – inovasi baru termasuk dalam IPTEK.

3)      Mengambil keputusan kebijakan bisnis.

4)      Mampu menganalisis kondisi ekonomi secara makro yang sedang berlangsung dalam negara tersebut.

5)      Kemampuan untuk memilih WHAT (Barang apa yang dibuat), HOW (Bagaimana cara paling efisien untuk membuatnya), WHO (Siapa yang terjun langsung dan tidak langsung dalam proses produksi), WHOM (Untuk siapa barang tersebut dibuat). Di sini diharapkan seorang produsen mempunyai kepekaan untuk melihat pasar yang paling menguntungkan.

 

2.  Biaya Produksi

Biaya dalam pengertian Produksi ialah semua “beban” yang harus ditanggung oleh produsen untuk menghasilkan suatu produksi.

Biaya produksi  adalah semua pengeluaran yang dilakukan oleh perusahaan untuk memperoleh faktor-faktor produksi dan bahan-bahan mentah yang akan digunakan untuk menciptakan barang-barang yang diproduksikan oleh perusahaan tersebut.

Dua jenis biaya produksi:

1)        Biaya eksplisit  adalah pengeluaran perusahaan yang berupa pembayaran dengan uang untuk mendapatkan faktor produksi dan bahan mentah yang dibutuhkan perusahaan.

2)        Biaya implisit  adalah perkiraan pengeluaran (biaya) atas faktor produksi yang dimiliki oleh perusahaan itu sendiri.

 

Biaya produksi dapat meliputi unsur-unsur sebagai berikut:

1)        Bahan baku atau bahan dasar termasuk bahan setengah jadi.

2)        Bahan-bahan pembantu atau penolong.

3)        Upah tenaga kerja dari tenaga kerja kuli hingga direktur.

4)        Penyusutan peralatan produksi.

5)        Uang modal, sewa.

6)        Biaya penunjang seperti biaya angkut, biaya administrasi, pemeliharaan, biaya listrik, biaya keamanan dan asuransi.

7)        Biaya pemasaran seperti biaya iklan.

8)        Pajak .

 

3.  Macam-Macam Biaya Produksi

3.1.   Biaya Tetap Total (Total Fixed Cost/FC)

Biaya Tetap Total adalah biaya yang tetap harus dikeluarkan walaupun perusahaan tidak berproduksi yaitu dari penurunan rumus menghitung biaya total. Penurunan rumus tersebut, adalah:

TC = FC + VC

FC = TC – VC

Keterangan: 

TC = Biaya total (Total Cost)

FC = Biaya tetap (Fixed Cost)

VC = Biaya Variabel (Variable Cost)

 

3.2.   Biaya Variabel Total (Total Variabel Cost/VC)

Biaya Variabel Total adalah biaya yang dikeluarkan apabila berproduksi dan besar kecilnya tergantung pada banyak sedikitnya barang yang diproduksi. Biaya variabel rata-rata dapat dihitung dengan menggunakan rumus sebagai berikut, yaitu:

VC = TC – FC

 

3.3.   Biaya Total (Total Cost/TC)

Biaya total merupakan jumlah keseluruhan biaya produksi yang dikeluarkan perusahaan yang terdiri dari biaya tetap dan biaya variabel. Biaya total dapat dihitung dengan menggunakan rumus sebagai berikut:

TC = FC + VC

 

3.4.   Biaya Tetap Rata-Rata (Average Fixed Cost/AFC)

Biaya Tetap Rata-Rata  adalah hasil bagi antara biaya tetap total dan jumlah barang yang dihasilkan. Rumus  :

AFC =  FC/Q

Keterangan:

FC       = Biaya Tetap Total

Q         = Kuantitas

 

3.5.   Biaya Variabel Rata-Rata (Average Variabel Cost/AVC)

Biaya variabel rata-rata adalah biaya variable satuan unit produksi. Rumusnya:     AVC = VC/Q

Keterangan:

VC =  Biaya Variabel Total

Q   = Kuantitas

 

3.6.   Biaya Total Rata-Rata (Average Cost/AC)

Average Cost adalah biaya total rata-rata yang dapat dihitung dari Total Cost dibagi banyaknya jumlah barang tertentu (Q). Nilainya dihitung menggunakan rumus di bawah ini:

AC= TC /Q  atau  (VC+FC)/Q

AC= AVC+AFC

 

3.7.   Biaya Marginal (Marginal Cost/MC)

Biaya Marginal adalah tambahan biaya yang disebabkan karena tambahan satu unit produksi. Biaya marginal diperoleh dari selisih Total Cost dan selisih kuantitas dari barang yang diproduksi. Sehingga dapat dirumuskan:

MC = dTC/dQ Atau MC = TCn – TCn-1


Distribusi adalah suatu kegiatan pemasaran yang dilakukan oleh distributor atau perantara untuk menyampaikan barang maupun jasa dari produsen kepada konsumen. Penyampaian barang bisa pula dari produsen, industri atau pabrikan kepada pengecer atau retailer.

Jadi, ketika suatu barang sudah jadi, maka barang tersebut disampaiakn kepada distributor. Baru setelah itu produk disampaikan kepada pengecer atau pelanggan secara langsung.

Seperti yang telah dijelaskan di atas bahwa kegiatan distribusi tak lepas dari peran distributor. Dalam hal ini, distributor memiliki tugas yang penting. Di antaranya ialah :

§  Melakukan pembelian barang maupun jasa dari produsen

§  Melakukan klasifikasi barang sesuai jenis, ukuran maupun kualitasnya sebelum dijual kembali

§  Memperkenalkan barang atau produk jasa kepada konsumen dengan berbagai media yang dipakai

Pembagian Jenis dari Distribusi

Dalam pemasaran, peran distribusi sangatlah penting. Hal ini karena produsen sering kali tidak bisa menjangkau secara langsung konsumen mereka tanpa adanya distributor. Dalam hal ini, distribusi sendiri dibagi ke dalam beberapa jenis.

1. Distribusi langsung

Definisi distribusi ini bisa berarti distribusi jangka pendek. Istilah tersebut mengacu pada suatu sistem penyampaian barang yang tidak memakai saluran distribusi. Misalnya ialah seorang petani yang menjual hasil pertaniannya langsung ke pasar.

Kelebihan dari sistem ini ialah harga barang yang sampai kepada konsumen lebih murah. Hal ini tentu lebih menguntunjgkan dibandingkan dengan memakai saluran distributor. Selain itu, produsen bisa secara langsung mengetahui perubahan selera pada konsumen. Di samping itu penyauran barang juga bisa lebih cepat sampai kepada konsumen tanpa perantara.

2. Distribusi tidak langsung

Istilah lainnya ialah distribusi jangka panjang. Kegiatan ini merupakan penyaluran barang melalui pihak-pihak lain atau perantara. Di dalamnya meliputi makelar, agen, toko atau pedagang ecer.

Kelebihan dari sistem ini ialah perbedaan antara keinginan antara produsen dan konsumen bisa dijembatani oleh distributor. Selain itu, barang bisa sampai kepada konsumen meskipun lokasinya jauh. Dan yang terakhir, keuntungannya ialah ada harga yang selalu stabil.

3. Distribusi semi langsung

Sistem ini lebih mengarah pada penyampaian barang ke konsumen melalui perantara. Akan tetapi, perantara dalam sistem ini adalah milik produsen itu sendiri.

Dalam pelaksanaan sistem ini ada berbagai keuntungan yang bisa didapat. Terutama bagi produsen, ada keuntungan atau laba lebih besar. Hal ini dikarenakan margin keuntungan dari distributor akan masuk ke kantung mereka sendiri.

Tujuan-Tujaun dari Distribusi

Berikut ini adalah beberapa contoh tujuan dalam kegiatan ditribusi :

§  Guna mempercepat penyampaian barang maupun pelayanan kepada pelanggan

§  Adanya pemerataan penyaluran hasil produksi secara menyeluruh

§  Bisa mnegawasi kelangsungan kegiatan produksi

§  Dapat meningkatkan mutu serta kuantitas hasil produksi

 

Faktor yang mempengaruhi Dikutip situs Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), dalam distribusi hasil produksi yang disalurkan kepada konsumen dipengaruhi oleh beberapa faktor. Berikut faktor-faktor yang mempengaruhi:

1.      Faktor Pasar

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), pasar merupakan tempat orang jual beli. Pada faktor pasar saluran distribusi dipengaruhi oleh pola pembelian konsumen, seperti jumlah konsumen, letak geografis, jumlah pesanan atau kebisaan dalam pembelian.

2.      Faktor barang

Pertimbangan dari segi barang bersangkut paut dengan nilai unit, besar dan berat barang. Kemudian mudah rusaknya barang, standar barang dan pengemasan. Barang dari jenis makanan dan bukan makanan, tentu berbeda proses distribusinya. Barang yang mudah rusak dan tahan lama juga tentu berbeda dalam proses distribusinya.

3.      Faktor perusahaan

Pada faktor perusahaan pertimbangan yang diperlukan di sini adalah sumber dana atau pendanaan. Tidak hanya itu tapi juga pengalaman dan kemampuan manajemen serta pengawasan dan pelayanan yang diberikan.

4.      Faktor kebiasaan dalam pembelian

Pertimbangan yang diperlukan dalam kebiasaan pembelian adalah kegunaan perantara. Sikap perantara terhadap kebijaksanaan produsen, volume penjualan dan ongkos penyaluran barang.

 

 


Comments