Saah satu penyebab terjadinya inflasi yakni
adanya kenaikan permintaan dalam jenis barang maupun jasa tertentu.
Dengan catatan, kenaikan
permintan barang atau jasa tersebut terjadi secara agregat atau menyeluruh
(agregat demand).
Hal tersebut juga dapat terjadi dikarenakan
beberapa faktor, diantaranya yaitu:
·
Meningkatnya jumlah belanja pemerintah
·
Meningkatnya jumlah permintaan barang untuk
diekspor
·
Meningkatnya jumlah permintaan barang untuk
swasta
2. Meningkatnya
Biaya Produksi (Cost Pull Inflasi)
Kemudian, inflasi juga terjadi karena adanya peningkatan dari biaya produksi. Peningkatan biaya produksi itu disebabkan karena adanya kenaikan pada harga bahan baku.
Sebagai contoh:
·
Naiknya harga BBM
·
Kenaikan upah buruh
3. Tingginya
Peredaran Uang
Faktor terakhir yang dapat menyebabkan
terjadinya inflasi ialah beredarnya uang yang berlebih daripada yang dibutuhkan
di dalam masyarakat.
Ketika jumlah barang yang diminta tetap
sementara uang yang beredar membludak, maka hal tersebut dapat menjadikan
berbagai harga barang ataupun jasa naik 100%.
Peredaran uang yang berlebih dapat disebabkan
oleh pemerintah yang menerapkan sistem anggaran defisit.
Yang mana sistem tersebut mengatasi kekurangan
anggaran dengan mencetak uang baru. Sehingga, jumlah uang yang beredar dalam
masyarakat semakin meningkat dan pada akhirnya akan menyebabkan terjadinya
inflasi.
Berdasarkan jenisnya, inflasi terbagi menjadi
tiga, diantaranya yaitu: tingkat keparahan, penyebab, dan sumbernya.
Berikut penjelasannya:
1. Inflasi Berdasarkan Tingkat Keparahannya
Berdasarkan tingkat keparahannya, inflasi dibagi
lagi menjadi 4 macam, yaitu:
- Inflasi
Ringan
Pengertian: inflasi yang belum mengganggu
kegiatan perekonomian negara dan mudah untuk dikendalikan.
Ciri: Adanya kenaikan harga dari barang maupun
jasa secara umum, yakni di bawah 10% per tahun serta masih bisa dikendalikan.
- Inflasi
Sedang
Pengertian: inflasi yang belum mengganggu
kegiatan perekonomian negara, namun bisa menurunkan tingkat
kesejahteraan masyarakat yang berpengahsilan tetap.
Ciri: inflasi sedang berada pada kisaran 10% –
30% per tahun.
- Inflasi
Berat
Pengertian: inflasi yang menimbulkan kekacauan
dalam perekonomian suatu negara. Dengan keadaan seperti ini, masyarakat pada
umumnya lebih memilih untuk menyimpan barang daripada menabung, sebab bunganya
jauh lebih rendah ketimbang nilai inflasi.
Ciri: inflasi berat berada pada kisaran 30% –
100% per tahun.
- Inflasi
Sangat Berat (Hyperinflasi)
Pengertian: inflasi yang menimbulkan kekacauan
dalam perekonomian suatu negara dan sangat susah untuk dikendalikan sekalipu
telah menetapkan kebijakan moneter dan fiskal.
Ciri: inflasi sangat berat berada pada kisaran
100% ke atas per tahun.
2. Inflasi Berdasarkan Penyebabnya
Berdasarkan penyebabnya, inflasi dibagi lagi
menjadi 3 macam, yaitu:
- Demand pull inflation
Pengertian: inflasi yang disebabkan karena
adanya permintaan barang maupun jasa yang lebih tinggi dibandingkan dengan yang
dapat dipenuhi oleh pihak produsen.
- Cost push inflation
Pengertian: inflasi yang disebabkan karena
adanya kenaikan biaya produksi sehingga mengakibatkan tingkat penawaran menjadi
tinggi.
- Bottle neck inflation
Pengertian: inflasi campuran yang disebabkan
karena beberapa faktor penawaran dan permintaan.
3. Inflasi Berdasarkan Sumbernya
Berdasarkan sumbernya, inflasi dibagi lagi
menjadi 2 macam, yaitu:
- Domestic inflation
Pengertian: inflasi yang sumbernya dari dalam negeri.
Penyebab:
- jumlah
uang yang beredar di masyarakat lebih banyak dibandingkan dengan jumlah
yang dibutuhkan.
- menurunnya
jumlah barang atau jasa namun permintaan tetap, sehingga harga mengalami
kenaikan.
- Imported inflation
Pengertian: inflasi yang sumbernya dari luar negeri.
Penyebab: suatu negara yang melakukan
perdagangan bebas di mana terdapat kenaikan harga di luar negeri.
Contoh: China melakukan impor barang ke luar
negeri. Namun, harga barang modal di negara tersebut naik, sehingga kenaikan
tersebut akan mengakibatkan inflasi bagi China.
Menurut penjelasan di atas, kondisi perekonomian
dalam suatu negara memberikan dampak postif maupun negatif untuk negara
tersebut.
1. Dampak Inflasi Terhadap Pendapatan
Hal itu dapat terjadi saat inflasi lunak terjadi
malah akan mendorong para pengusaha untuk terus memperluas produksi sehingga
akan meningkatkan perekonomiannya.
Tetapi, dampak negatif juga akan dirasakan bagi
mereka yang berpenghasilan tetap sebab nilai uangnya tetap sementara harga
barang atau jasa meningkat.
2. Dampak Inflasi Terhadap Ekspor
- Kemampuan
ekspor dalam suatu negara akan menurun sebab biaya untuk ekspor akan jauh
lebih mahal.
- Daya
saing barang ekspor juga akan mengalami penurunan, sehingga pada akhirnya
pendapatan dari devisa pun juga berkurang.
3. Dampak Inflasi Terhadap Minat Menabung
Seperti penjelasan sebelumnya, saat terjadi inflasi
minat dalam menabung akan berkurang.
Sebab, pendapatan dari bunga tabungan jauh lebih
kecil. Sementara penabung harus tetap membayar biaya administrasi tabungan.
Pada umumnya, inflasi
bisa menyebabkan menurunnya investasi pada sebuah negara, mendorong kenaikan
suku bunga, ketidakstabilan ekonomi, kegagalan pelaksanaan pembangunan,
mendorong penanaman modal yang sifatnya spekulatif, defisit neraca pembayaran,
serta merosotnya tingkat kehidupan sekaligus kesejahteraan masyarakat.
4. Dampak Inflasi Terhadap Kalkulasi Harga Pokok
Kondisi inflasi akan menyebabkan perhitungan
pada penetapan harga pokok akan menjadi susah sebab dapat menjadikannya terlalu
kecil atau bahkan terlalu besar.
Presentasi inflasi pada masa depan tak
jarang tidak bisa diprediksi dengan tepat dan akurat.
Sehingga hal tersebut akan membikin proses dari
penetapan harga pokok dan jual menjadi tidak akurat juga.
Bahkan, dalam kondisi tertentu, terjadinya inflasi
akan membuat beberapa produsen akan kesulitan dalam menjalankan tugasnya. Sebab
kekacauan ekonomi sedang terjadi.
- Peredaran
atau perputaran barang akan lebih cepat.
- Produksi
berabgai barang akan bertambah, sebab keuntungan pengusaha juga bertambah.
- Kesempatan
kerja bertambah, sebab adanya tambahan investasi.
- Pendapatan
nominal akan bertambah, namun riil berkurang, sebab kenaikan pendapatan
kecil.
- Apabila
inflasi ringan, bisa meningkatkan pendapatan nasional serta membuat orang
bergairah untuk bekerja, menabung dan juga mengadakan investasi.
- Harga
barang dan jasa akan naik.
- Nilai
serta kepercayaan kepada mata uang akan berkurang.
- Menyebabkan
munculnya tindakan spekulasi.
- Banyaknya
proyek pembangunan yang macet atau terlantar.
- Kesadaran
untuk menabung akan menurun.
Cara
Mengatasi Inflasi
Berikut ini kebijakan yang diharapkan mampu
untuk mengatasi inflasi:
1. Kebijakan Moneter
Semua kebijakan pemerintah dalam bidang moneter
memiliki tujuan untuk menjaga kestabilan moneter guna meningkatkan
kesejahteraan rakyat.
Kebijakan ini meliputi:
- Politik
diskonto, mengurangi jumlah uang yang beredar dengan cara
menaikan suku bunga bank, yang diharapkan mampu untuk menurunkan
permintaan kredit.
- Menaikan
cadangan kas, sehingga akan mengurangi jumlah uang yang diedarkan
oleh bank umum.
- Operasi
pasar terbuka, mengurangi jumlah uang beredar dengan menggunakan
cara menjual SBI.
- Kredit
selektif, politik bank sentral mengurangi jumlah uang beredar
dengan cara mempertegas pemberian kredit.
- Politik
sanering, pilitk ini dilaksanakan apabila telah terjadi
hiper inflasi, hal tersebut pernah dilakukan Bank Indonesia pada tanggal
13 Desember 1965 di mana BI melakukan pemotongan uang dari Rp.1.000
menjadi Rp.1
2. Kebijakan Fiskal
Kebijakan ini bisa dilaksanakan dengan beberapa
cara, diantaranya yaitu:
- Menaikkan
tarif pajak, hal tersebut diharapkan mampu mengendalikan masyarakat spaya
menyetor uang lebih banyak pada pemerintah sebagai pembayaran pajak,
sehingga bisa menurunkan jumlah uang yang beredar.
- Mengatur
penerimaan sekaligus pengeluaran pemerintah.
- Melakukan
pinjaman pemerintah, contoh: pemerintah yang memotong gaji pegawai negeri
sebesar 10% untuk ditabung, hal tersebut berlangsung dalam masa orde lama.
3. Kebijakan Non Moneter
Kebijakan ini bisa dilaksanakan dengan beberapa
cara, diantaranya yaitu:
- Menaikan
hasil produksi, pemerintah akan memberikan subsidi pada industri agar
lebih produktif serta dapat menghasilkan barang yang lebih banyak. Hal itu
akan menimbulkan penurunan harga terhadap barang.
- Pengawasan
harga, kebijakan pemerintah dalam menentukan harga maksimum untuk barang
tertentu.
- Kebijakan
upah, pemerintah akan menghimbau serikat buruh untuk tidak meminta
kenaikan upah saat tengah mengalami inflasi.



Comments
Post a Comment